JURNAL MINGGU KE-24 CGP Angk.2

Minggu, 17 Oktober 2021

 

JURNAL MINGGU KE-24




Pengalaman yang sangat berkesan bagi saya selama mengikuti pelatihan guru penggerak salah satunya ketika menulis jurnal refleksi setiap minggu mengapa ? Karena tanpa saya sadari membuat saya terbiasa untuk menulis yang selama ini jaarang saya lakukan. Diujung pengerjaan tugas pada LMS khususnya pada minggu ke-24 ini saya mencoba menggunakan model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) 4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway, untuk merefleksi jurnal kegiatan sebagai berikut :

1.  Facts ( Peristiwa ) :

Pada tanggal 13 Oktober 2021 saya mendapatkan kunjungan pendampingan dari Bapak Aan Sururi sebagai pengajar praktek , beliau mayampaikan dan melihat perubahan apa yang terjadi di lingkungan sekolah setelah saya  mengetahui sumber daya yang ada dan bagaimana saya mewujudnyatakan perubahan tersebut? Kemudian melihat program sekolah yang berdampak pada murid  akan dikembangan dalam waktu dekat. Atasan arahan dan bimbingan dari Bapak Aan Suri agar saya dapat memggunakan alat bantu ketika membuat program sekolah dengan menngunkan 5 D ( BAGJA) dan MELR . Dan pada tanggal 16 Oktober 2021 tiba saatnya pada lokakarya ke-6 sungguh sangat diluar dugaan ketika diskusi kelompok dengan rekan CGP mereka sangat tertarik dengan program sekolah yang saya buat, ini yang membuat saya sangat bererimaksaih pada seluruh rekan CGP yang telah memberikan masukan seperti menganalisis manajemen resiko : kemungkinan resiko,ukuran resiko, dan strategi yang harus dilakukan .  

    

2.      Perasaan ( Feelings ) :

Ketika mendapatkan kunjungan pendampingan dari  Bapak Aan Sururi disinilah saya merasakan senang dan selalu menanti kedatangan setiap kunjungan karena Bapak AAn Sururi selalu membawa ide-ide yang cemerlang sehingga saya sebagai CGP sangat termotivasi dan ingin selalu berkolaborasi walaupun pendidikan guru penggerak sudah selesai. Yang tak kalah penting adalah saya sangat optimis bahwa saya dan seluruh rekan CGP dapat menyelesaikan tugas-tugas yang ada di LMS sesuai yang kami harapkan dan lulus sehingga huruf C akan hilang kamipun mendapatkan gelar Guru Penggerak.

3. Pembelajaran ( Findings ) :

Pelajaran  yang saya dapatkan dari proses ini  ( baik dari kegagalan maupun keberhasilan) adalah :

a.    Perlu adanya kolaborasi dari semua warga sekolah yang dapat mendukung program guru penggerak 

b.    Ketika menyusun rencana program sekolah harus memikirkan 5 aspek yaitu input,activity, output,outcame,impact ( Rantai Hasil )

c.    Manajemen resiko baik kecil,sedang dan besar dari kemungkinan yang akan terjadi ketika program sekolah akan dibuat benar-benar dikaji ulang agar program sekolah dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

4.  Penerapan Kedepan ( Future ) :

Rencana kedepan  penyusunan program sekolah sudah menggunakan tahapan 5 D ( BAGJA)  menggunakan strategi Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting (MELR), dan rantai hasil juga dapat ditambahkan dalam pembuatan program.

 

Sekian dan terima kasih…salam guru penggerak.

Sri Astuti-CGP Angk.2-Bandar Lampung

 

 

MODUL 3.3.a.6 REFLEKSI TERBIMBING

Senin, 11 Oktober 2021

 3.3.a.6 REFLEKSI TERBIMBING-PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAPAK PADA MURID




     Kembali lagi sahabat pembaca yang budiaman bersama saya pada modul 3.3.a.6 Refleksi Terbimbing Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid. Kini saatnya telah sampai pada fase refleksi terbimbing. Ketika saya mencoba untuk  merenung, mengingat kembali, dan melakukan refleksi mendalam berdasarkan pengalaman belajar yang telah saya lalui. Proses melakukan refleksi dan membuat kesimpulan ini didorong melalui pendampingan dan pertanyaan-pertanyaan fasilitator melalui LMS yang disediakan sebagai berikut :

  1. Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid? 
  2. Apa hal-hal baru yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid? 
  3. Perubahan apa yang akan Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?

     Saya akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan hasil dari renungan ,mengingat kembali dan melakukan refleksi semoga semua ini dapat menjadi isnpirasi dan bermanfaat bagi kita semua.

1. Apa yang menarik bagi saya setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid ?

   Pada modul 3.3 ini, saya diajarkan begitu banyak pengetahuan bagaimana cara mengelola program yang berdampak pada murid, sehingga semua kegiatan yang diadakan dalam program tersebut melibatkan seluruh murid dan murid mendapatkan sesuatu yang berharga merasa tersanjung ketika , dalam mengikuti kegiatan tersebut mereka diikut sertakan.

  Satu hal lagi yang sangat menarik adalah ketika saya melakukan pemetaan aset sekolah ternyata selama ini saya tidak mengetahui bahwa aset tersebut dapat dijadikan dan digali menjadi sumber modal bagi sekolah dalam membuat suatu program. Kami juga diajari bagaimana cara menggunakan aset dengan cara pengeloaan yang benar, yaitu melalui proses perencanaan program sampai pelaporan program  dengan menggunakan strategi Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting (MELRdengan cara memonitoring dan mengevaluasi apa saja kegiatan yang sudah kita laksanakan. Dan yang paling penting adalah mampu mengidentifikasi manajemen resiko dari sebuah program.

2.Apa hal-hal baru yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid? 

   Penyusunan dan pelaksanaan program sekolah dalam kegiatan apapun sebaiknya harus berdampak pada murid yang didasarkan pada konsep berpikir berbasis kekuatan. Selain itu program yang dibuat menggunakan pendekatan inkuiri apresiatif (IA) melalui tahapan BAGJA dan melalui proses monitoring,evaluasi,learning dan reporting (MELR) serta manajemen resiko.

3.Perubahan apa yang akan Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?

     Membuat dan menyusun rencana satu program sekolah yang berdampak pada murid dalam bentuk aksi nyata yang mengambil dari kekuatan aset sekolah yaitu modal lingkungan/alam. Tentunya dengan menggunakan beberapa tahapan-tahanpan konsep berpikir berbasis kekuatan,strategi MELR,pendekatan inkuiri apresiatif ,tahapan BAGJA dan menajemen resiko.


Demikianlah hasil renungan dan mengingat kembali modul 3.3 ini semoga dapat bermafaat bagi kita semua. Salam guru penggerak.



3.3.a.9.KONEKSI ANTARMATERI-PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

Minggu, 10 Oktober 2021

 3.3.a.9.KONEKSI ANTARMATERI-PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID


      Sebelumnya saya akan mengucapkan terimakasih kepada seluruh pembaca blog saya ini semoga apa yang dapat saya sampaikan dapat bermanfat bagi kita semua tak lupa pula mohon saran dan kritikan dalam penulisan di blog saya ini , karena tanpa kalian semua saya tidak dapat mengetahui kekurangan pada penulisan berikutnya. Pada kesempatan ini saya akan berbagi cerita tentang Koneksi Antarmateri - Pengelolaan Program Yang Berdampak Pada Murid dari seluruh modul selama saya mempelajari materi di LMS program guru penggerak,sukses sendiri itu biasa sukses bersama itu baru luar biasa.

      Sebagai bahan Panduan Pertanyaan untuk membuat Koneksi Antarmateri dapat memperhatikan petunjuk berikut ini :

  • Hal-hal menarik yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan bagaimana benang merah yang bisa Anda tarik dari keterkaitan antarmateri yang diberikan dalam modul 3.3?
  • Apakah kaitan antara pemetaan sumber daya dengan perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid? 
  • Adakah materi dalam modul lain/paket modul lain yang berhubungan dengan materi dalam modul 3.3. ini? Jabarkanlah jika ada. 
  • Bagaimana kaitan dari semua materi tersebut dengan peran Anda sebagai guru penggerak?
Berikut ulasan dari saya dalam menjawab pertanyaan tersebut :

  • Hal-hal menarik yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan bagaimana benang merah yang bisa Anda tarik dari keterkaitan antarmateri yang diberikan dalam modul 3.3?
      Yang membuat saya tertarik pada materi ini adalah saya mendapatkan pengetahuan bagaimana saya sebagai CGP dapat membuat suatu program sekolah,yang diawali dengan melihat aset yang dimiliki oleh sekolah. Dalam membuat program ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti tahapan membuat program mulai dari perencanaan hingga monitoring dan evaluasi. Program yang dirancang benar benar berdaya guna bagi lingkungan sekolah terutama pada kepentingan yang berpihak pada murid. 

       Keberhasilan suatu program yang berdampak pada murid memerlukan suatu pemahaman yang sama terhadap pengembangan aset yang dimiliki agar masing-masing bagian dari pemangku kepentingan sekolah dapat berkolaborasi dengan maksimal. Pengelolaan program yang berdampak pada murid dapat dilakukan dengan cara memadukan pendekatan MELR dan Tahapan BAGJA sebagai pedoman dalam membuat program yang berdampak pada murid berdasarkan pemetaan tujuh aset/modal yang dimiliki sekolah melalui pendekatan berbasis aset/kekuatan dalam mewujudkan profil pelajar pancasila. Selain itu  manajemen risiko merupakan salah satu hal  wajib yang harus dilakukan dalam merencanakan program sekolah. Manajemen risiko haruslah menjadi satu kesatuan bagian yang tak terpisahkan dari pelaksanaan sistem manajemen di sekolah.

       Dalam Prinsip Dasar Manajemen risiko (2019:3)  Manajemen risiko adalah metode yang tersusun secara logis dan sistematis dari suatu rangkaian kegiatan; penetapan konteks, identifikasi,analisa, evaluasi, pengendalian serta komunikasi risiko. Risiko dalam sebuah program merupakan sebuah langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi segala  sesuatu yang  kemungkinan besar dapat terjadi, termasuk juga dalam merencanakan dan melaksanakan program pendidikan. Oleh karena itu, sekolah sebagai lembaga pendidikan  wajib melakukan  rangkaian analisis dan metodologi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengendalikan dan mengevaluasi risiko yang mungkin timbul dari pelaksanaan program sekolah. Risiko tidak dapat dihindari tetapi dapat dikelola dan dikendalikan karena apabila  risiko tidak dikelola dengan baik maka akan mengakibatkan kerugian serta hambatan,  sehingga program sekolah yang telah direncanakan  tidak berjalan dengan baik  Begitu pula sebaliknya apabila  risiko dapat  dikelola dengan baik maka sekolah dapat meminimalisir  segala kerugian yang dapat menghambat jalannya program  sekolah yang telah direncanakan.  Risiko merupakan sesuatu yang memiliki dampak terhadap pencapaian tujuan organisasi. beberapa tipe risiko di lembaga pendidikan, meliputi:
  1. Risiko Strategis,  merupakan risiko yang berpengaruh terhadap kemampuan organisasi mencapai tujuan
  2. Risiko Keuangan, merupakan risiko yang mungkin akan berakibat berkurangnya aset
  3. Risiko operasional, merupakan risiko yang berdampak pada kelangsungan proses manajemen
  4. Risiko pemenuhan, merupakan risiko yang berdampak pada kemampuan proses dan prosuderal internal untuk memenuhi hukum dan peraturan yang berlaku
  5. Risiko Reputasi, merupakan risiko yang berdampak pada reputasi dan merek lembaga. (Princewatercoper, 2003)

       Pada akhirnya perubahan-perubahan yang dilakukan sekolah akan menimbulkan suatu risiko, namun tidak melakukan perubahan pun merupakan sebuah risiko oleh karena itu setiap sekolah harus mengidentifikasi risiko dan merencanakan pengelolaannya. Apabila semua sekolah dapat menerapkan manajemen risiko maka setiap kerugian akan dapat diminimalisir. Adapun tahapan manajemen risiko adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi jenis risiko, 
  2. Pengukuran risiko, 
  3. Melakukan strategi dalam pengendalian risiko 
  4. Melakukan evaluasi terus-menerus, maju dan berkelanjutan.
      Pada akhirnya dalam modul 3.3 ini memiliki rangkaian materi pada modul sebelumnya dimana  sekolah merupakan ekosistem yang memiliki aset biotik dan abiotik yang dapat diberdayakan sebagai modal sekolah untuk dikelola serta dikembangkan secara sistematis, optimal, terarah dan berkelanjutan sehingga aset bernilai daya guna bagi kepentingan yang berpihak pada murid.

  • Apakah kaitan antara pemetaan sumber daya dengan perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid? 
      Perencanaan   suatu   program sekolah yang  berdampak  pada murid dibuat  berdasarkan pada asset based   thingking  atau  kekuatan  sekolah  dengan memetakan 7 ( Tujuh ) aset / modal  utama  sekolah  yang tersebut  akan  memberikan  dampak  terhadap  pengembangan  potensi setiap  murid yang ada di sekolah. Jadi aset yang dimiliki sekolah  dimanfaatkan secara  maksimal dan  dijadikan  kekuatan yang optimal tanpa menunggu asset dari luar sekolah. Panduan pengelolaan program berdampak pada murid adalah metode “BAGJA” yaitu buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali Mimpi, jabarkan rencana dan atur eksekusi.

      Dengan demikian program sekolah yang dibuat akan memberikan dampak pada murid dan tujuan sekolah yang berpihak pada murid akan tercapai secara efektif dan efisien dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan profil pelajar pancasila dan merdeka belajar.

  • Adakah materi dalam modul lain/paket modul lain yang berhubungan dengan materi dalam modul 3.3. ini? Jabarkanlah jika ada.
      Dalam merancang sebuah program sekolah yang berdampak pada murid dapat dilakukan melalui tahapan BAGJA yang menggunakan paradigma inkuiri apresiatif, yaitu pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis kekuatan dan manajemen resiko sehingga dapat meminimalisir masalah yang terjadi. Berikut hubungan dengan modul lain dalam modul 3.3 ini yaitu :
  • Modul Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara ( KHD) : melalui kemampuan dalam membuat program sekolah yang berdampak pada murid dapat mendukung merdeka belajar karena guru “menuntun” siswa untuk belajar sesuai kodrat alam dan zaman guna pengembangan potensi dan kreatifitas murid di sekolah.
  • Inkuiri Apresiatif ( IA ): melalui kemampuan dalam membuat program yang berdampak pada murid dengan menggunakan model “BAGJA” berdasarkan pendekatan berbasis aset/kekuatan yang menghasilkan pemetaan 7 ( tujuh) aset/modal utama yang dimiliki sekolah yakni modal manusia, sosial, lingkungan sekitar/alam, Fisik, finansial dan politik, agama dan budaya maka sekolah sebagai lembaga pendidikan dapat berfungsi dengan baik dengan menggunakan aset tersebut secara efektif dan efisien guna terwujudnya profil pelajar pancasila dan merdeka belajar.


  • Bagaimana kaitan dari semua materi tersebut dengan peran Anda sebagai guru penggerak?
       Kaitan dari semua materi tersebut dengan peran saya sebagai CGP adalah ; Perlunya penekan yang tajam bahwa seorang guru penggerak harus mampu menjalankan perannya agar tercipta merdeka belajar dalam mewujudkan profil pelajara Pancasila, mendorong wellbeing  ekosistem pendidikan sekolah dimana seorang guru berpihak pada murid, memberikan rasa nyaman dan pembelajaran berdasarkan kebutuhan peserta didik. Adapun bentuk keterkaitan semua materi terhadap peran guru penggerak sebagai berikut:
  • Sebagai pemimpin pembelajaran yang menuntun murid sesuai kodrat alam dan zaman secara mandiri, reflektif,kolaboratif, inovativ serta berpihak pada murid (Filosofi KHD).
  • Menyelaraskan  peran guru  penggerak dengan visi sekolah sebagai penerapan budaya positif melalui identifikasi kekuatan/potensi sekolah menggunakan Model BAGJA (IA-Budaya Positif)
  • Memetakan kebutuhan belajar murid sehingga murid tumbuh dan berkembang sesuai dengan bakat dan potensinya ((Pembelajaran Diferensiasi)
  • Sebagai dasar penanaman pendidikan karakter yang berimplikasi pada perkembangan sosial emosional murid (Pembelajaran KSE)
  • Melalui coaching model TIRTA mengoptimalkan pelaksanaan proses pembelajaran dan pengembangan kemampuan murid/seseorang dalam menyelesaikan masalahnya sendiri (Coaching)
  • Pengambilan keputusan berdasarkan paradigm dilema etika, prinsip resolusi, 9 langkah pengambilan keputusan (Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran)
  • Memetakan tujuh aset/modal utama yang menjadi kekuatan sekolah (Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya dengan pendekatan Asset Based Thingking)
  • Merencanakan program dengan pendekatan model BAGJA dan strategi MELR (Monitoring, Evaluation, Learning, Reporting) dan manajemen Resiko (Pengelolaan program yang berdampak pada murid).

Demikianlah hasil pemaparan koneksi antarmateri pengelolaan program yang berdampak pada murid semoga bermanfaat. Sebagai penutup dan perlu diingat oleh semua rekan CGP adalah : 
" Guru yang baik belum tentu guru penggerak , tetapi guru penggerak sudah pasti guru yang baik

Salam guru penggerak...bersama kita maju.
Terimakasih dari : Sri Astuti-CGP Angk.2- Bandar Lampung

Design of Open Media | To Blogger by Blog and Web